Menit-Menit yang Menegangkan

Menit-Menit Yang Menegangkan

Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur kehadiratMu ya Allah, ijinkan saya menulis kisah ini untuk berbagi kebahagiaan dengan saudaraku.

Mulai usia kandungan 7 bulan, istriku sengaja ingin pulang kampung ke magelang karena ingin melahirkan di dekat ibunya, saya pikir sebuah pemikiran yg realistis, karena ini adalah kali pertama baginya, akhirnya saya yang setiap akhir pekan sabtu-minggu meluncur ke magelang.

Tanggal 7 April 2009 Pukul 16.00 selepas shalat Ashar di Masjid kantor, saya menerima panggilan telpon dari Istri yg memberitahukan bahwa dia sudah berada di RSIA AISYIYAH Muntilan karena perut sudah mulai kontraksi, dokter mengatakan bahwa sudah pembukaan dua, begitu dapat kabar tersebut saya langsung saja menuju ruang kerja untuk melihat jadwal penerbangan menuju Adisucipto Jogja, saya pilih jadwal 19.20 (Mandala) untuk antisipasi agar masih cukup waktu sampai di Cengkareng.

Selesai booking ticket, Pukul 16.30 saya pamitan ke HRD dan PM sekaligus minta doanya kepada temen-temen agar istri dan calon anak diberi keselamatan, langsung saja saya cari taksi yang ada di depan pintu gerbang kantor dan Alhamdulillah langsung dapat, seketika itu juga saya meluncur ke bandara, Jalanan Jakarta sudah cukup macet karena sudah mendekati jam pulang kerja sayapun cukup khawatir takut tidak keburu, maklum Jakarta kalau macet bisa sampai 2 jam ga bisa jalan, tanpa disangka juga pesawat molor sampai jam 20.00, Alhamdulillah satu jam berikutnya sudah sampai di Jogja.

Sesampainya di Jogja jemputan tak kunjung datang, HP juga sudah mulai Low Batt, sampai mati itu Handphone Eh.. jemputan tak kunjung datang juga akhirnya saya pinjam HP orang disekitar bandara untuk saya tukar SimCardnya, begitu HP saya nyalakan adik Ipar saya yg kuliah di UGM langsung telpon dan menanyakan sudah datang belum orang yg jemput dari Muntilan? Saya jawab belum.. seketika itu juga dia yg berangkat ke Adisucipto bersama temen kuliahnya, dan saya diantar menggunakan motor menuju RSIA AISYIYAH Muntilan, saat itu Jam sudah menunjukan pukul 22.00, saya sudah ga bisa banyak bicara dan hanya berdoa semoga istri dan anakku selamat di persalinan.

Pukul 22.50 sampai juga di RSIA, tak banyak pikir langsung saya menuju ruang bersalin, di luar pintu sudah ada Ibu kandung dan Ibu mertuaku, keras saya dengar suara nafas panjang istriku yang terdengar sudah sangat lelah… dalam doa Ya Allah selamatkan kedua hartaku yang paling berharga… Kuatkanlah Istriku…… Selamatkanlah Bayiku.. saya ragu-ragu apakah saya berani masuk ke ruang bersalin, semua suster ada di dalam tak ada satupun yang berada di luar sehingga saya tidak bisa minta ijin untuk masuk.

Masih dalam situasi tegang yang mencekam, Alhamdulillah tangisan Bayi untuk kali pertama membuat aku merasa sangat tenang, Suster bilang Alhamdulillah lengkap, istri juga sehat, Terimakasih ya Allah, saya lihat anak pertamaku adalah laki-laki sesuai prediksi dokter dan setelah dibersihkan langsung saya sendiri yang meng-adzani di telinga kanan dan Iqomah di telinga kirinya, dalam hati lengkaplah keluargaku kini, ada sepasang suami-istri dan anak laki-laki yang sangat tampan (mirip ayahnya) J.

Kami beri Nama anak pertama kami Haikal Ali Rasyid, artinya pokok yang kuat, tinggi kedudukannya serta Tampan dan Cerdas.

6 comments April 14, 2009

Motivasi mencari tempat kuliah

Siswa SMA yang berencana melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi/Universitas memang memiliki cara penilaian dan motivasi yang berbeda-beda, namun kalau boleh saya amati kira-kira ada tiga golongan yaitu :

1. Kuliah untuk PNS, orang berlomba-lomba untuk bisa masuk universitas favorite agar dapat masuk di jalur pemerintahan sehingga hidupnya aman tentram sampai pensiun, syukur-syukur bisa masuk perguruan tinggi yang menawarkan ikatan dinas, bahkan jika ketrima orang tuanya akan bikin selamatan ngundang warga sekampung.

    Cara ini boleh dan syah bahkan tidak melanggar syariat Islam..hehehe, tapi ini adalah cara berpikir orang kampung dan berarti kampungan, sudah menjadi rahasia umum PNS di negri ini bekerja secara tidak profesioanal walapun tidak 100% memang, prinsipnya kalau bisa dikerjakan besok kenapa harus sekarang, datang jam 9, kemudian jam 11 istirahat, jam 1 siap-siap pulang… Nah kapan kerjanya? Mereka terlena dengan budaya kerja alon-alon ora tau klakon.

    2. Kuliah untuk jadi pencari kerja, setiap mahasiswa belajar tekun dan giat, dapet nilai bagus, IP nya Cumlaude dan langsung dilamar perusahaan, pindah dari perusahaan yg satu ke yg lain, tawar menawar salary and benefit, pokoknya menjadi professional dibidangnya.

      Golongan dua ini sedikit lebih baik, tidak mau membebani Negara, biasanya kuliah sesuai dengan minat dan bakatnya, tidak terlalu memilih untuk masuk ke Universitas Negeri karena bagi dia yang penting jurusannya bagus dan dosennya hebat, tapi berapa angka pengangguran terdidik kita? Ternyata 5 juta pengangguran terdidik, suatu angka yang luar biasa dan parahnya trend tiap tahunnya adalah meningkat.

      3. Inilah golongan mahasiswa Visioner yang berorientasi masa depan, dia belajar sungguh-sungguh supaya tahu apa dibalik ilmu itu sehingga dia berani untuk terjun sebagai pencipta lapangan kerja, dia ciptakan inovasi baru, semangat pemuda dan sarjana yang meledak-ledak, tidak takut gagal, dan ingin membuat negri ini sejahtera mulai dari diri sendiri.

        Lihatlah contoh-contoh kita, ya siapa lagi kalau bukan Nabi Agung Muhammad SAW, Beliau adalah seoarang Entrepreneur, seoarang pedagang ulung, seorang juru runding yang hebat, dan seorang negosiator yang tangguh, contoh dimasa kini ada M Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Tomy Winata, Ciputra, Surya Paloh, mereka semua mulai bisnisnya dari Nol (Zero) kecuali Bakrie, cara berfikir merekapun sederhana.

        Semua pilihan ada di tangan anda, kita semua berpeluang untuk sukses sesuai dengan definisi masing-masing, tantangan kita didepan semakin besar, krisis ekonomi global sudah merambah Indonesia yang disebabkan oleh kapitalisme ala Amerika.

        5 comments Maret 5, 2009


        Categories

      1. Blogroll

      2. Feeds