Motivasi mencari tempat kuliah
Maret 5, 2009 at 4:09 am 5 komentar
Siswa SMA yang berencana melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi/Universitas memang memiliki cara penilaian dan motivasi yang berbeda-beda, namun kalau boleh saya amati kira-kira ada tiga golongan yaitu :
1. Kuliah untuk PNS, orang berlomba-lomba untuk bisa masuk universitas favorite agar dapat masuk di jalur pemerintahan sehingga hidupnya aman tentram sampai pensiun, syukur-syukur bisa masuk perguruan tinggi yang menawarkan ikatan dinas, bahkan jika ketrima orang tuanya akan bikin selamatan ngundang warga sekampung.
Cara ini boleh dan syah bahkan tidak melanggar syariat Islam..hehehe, tapi ini adalah cara berpikir orang kampung dan berarti kampungan, sudah menjadi rahasia umum PNS di negri ini bekerja secara tidak profesioanal walapun tidak 100% memang, prinsipnya kalau bisa dikerjakan besok kenapa harus sekarang, datang jam 9, kemudian jam 11 istirahat, jam 1 siap-siap pulang… Nah kapan kerjanya? Mereka terlena dengan budaya kerja alon-alon ora tau klakon.
2. Kuliah untuk jadi pencari kerja, setiap mahasiswa belajar tekun dan giat, dapet nilai bagus, IP nya Cumlaude dan langsung dilamar perusahaan, pindah dari perusahaan yg satu ke yg lain, tawar menawar salary and benefit, pokoknya menjadi professional dibidangnya.
Golongan dua ini sedikit lebih baik, tidak mau membebani Negara, biasanya kuliah sesuai dengan minat dan bakatnya, tidak terlalu memilih untuk masuk ke Universitas Negeri karena bagi dia yang penting jurusannya bagus dan dosennya hebat, tapi berapa angka pengangguran terdidik kita? Ternyata 5 juta pengangguran terdidik, suatu angka yang luar biasa dan parahnya trend tiap tahunnya adalah meningkat.
3. Inilah golongan mahasiswa Visioner yang berorientasi masa depan, dia belajar sungguh-sungguh supaya tahu apa dibalik ilmu itu sehingga dia berani untuk terjun sebagai pencipta lapangan kerja, dia ciptakan inovasi baru, semangat pemuda dan sarjana yang meledak-ledak, tidak takut gagal, dan ingin membuat negri ini sejahtera mulai dari diri sendiri.
Lihatlah contoh-contoh kita, ya siapa lagi kalau bukan Nabi Agung Muhammad SAW, Beliau adalah seoarang Entrepreneur, seoarang pedagang ulung, seorang juru runding yang hebat, dan seorang negosiator yang tangguh, contoh dimasa kini ada M Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Tomy Winata, Ciputra, Surya Paloh, mereka semua mulai bisnisnya dari Nol (Zero) kecuali Bakrie, cara berfikir merekapun sederhana.
Semua pilihan ada di tangan anda, kita semua berpeluang untuk sukses sesuai dengan definisi masing-masing, tantangan kita didepan semakin besar, krisis ekonomi global sudah merambah Indonesia yang disebabkan oleh kapitalisme ala Amerika.
Entry filed under: Tak Berkategori. Tags: .
5 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
kaprink | Maret 6, 2009 pada 8:49 am
selamat atas lahirnya ali junior semoga menjadi anak yang sholeh,
kok no 1 semua ya…apa emang gitu…..
Ali : Mas blm lahir anak saya, Insya Allah April nanti,
Klo itu salah tulis
2.
martsiano | Maret 19, 2009 pada 5:46 pm
Li, contoh di mahasiswa no 3 ada yang kurang, belum menyebutkan MARTSIANO WIJA DIRGANTARA BIN TATANG M. NATSIR.
lulusnya lama bukan berarti bodoh cuman mendalami ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak…. wkwkwkw
3.
yani | Maret 30, 2009 pada 2:48 pm
Ikutan gabung ya…
4.
putra purnama | April 1, 2009 pada 6:56 am
Ikut mampir Li’…
5.
renoesahabatku | April 8, 2009 pada 2:41 am
kalo ali tipe ke 2 kayaknya.. he 2x.. bagus desainnya, gak ribet. simpel dan mudah di baca…. isinya bagus, untuk menyadarkan niat mahasiswa.. untung gua dah lulus …..
Ali :
Mohon doanya saya pengin jadi yg ketiga